SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu - Website Resmi Institut Agama Islam Sultan Muhamamad Syafiuddin Sambas
WAKTU :
Diterbitkan :
Kategori : Berita / Keilmuan
Komentar : 0 komentar

Asman, M.Ag., Sambas – Usai sudah Pesta Akbar Pemilu serentak, khususnya di Kabupaten Sambas dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk periode tahun 2021-2025 yang penuh haru biru, aman, tertib dan Damai. Menurut saya inilah Pemilihan kepala Daerah yang paling bersejarah yang pernah saya saksikan. Sejarah dalam arti positif dan mendidik. Betapa tidak, selama pelaksanaan pemilihan kepala Daerah Kabupaten Sambas sejak kampanye, pencoblosan sampai finalisasi rekapitulasi suara, tampak karakter masyarakat Kabupaten Sambas yang ramah, sopan, penuh toleransi dan berbudaya tinggi, demi pemimpin yang ingin mensejahterajak Rakyatnya, segala cara digunakan.

Sudah terbayangkan orang Kabupaten Sambas yang notabene terpelajar dan mempunyai posisi terhormat bisa mengeluarkan partisipasinya dalam pemilihan kepala Daerah, tanpa mengeluarkan kata-kata makian, fitnah, serangan terhadap pribadi tanpa rasa hormat. Sungguh semua itu adalah tontonan vulgar yang tidak layak ditonton dan dicontoh. Semoga amanah baru menjadi peringan menuju Surga.

Saya Pribadi mengucapkan Selamat atas Kepala Daerah yang terpilih.Tetapi tanpa berpikir macam-macam, tanpa berburuk sangka, saya pahami bahwa ini adalah untaian kalimat terhormat yang saya tuliskan. Bahwa saya mengutip dari buku Kempemimpinan dalam Islam dengan tema “hakikat kepemimpinan”. Ada Lima Poin yang tertulis dibawah ini, adalah sebagai Berikut :

  1. Tangung Jawab, Bukan Keistimewaan.
    Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga atau institusi, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya.Bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Allah. Oleh karena itu, jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu keistimewaan sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan dan ia sangat marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya.
  2. Pengorbanan, Bukan Fasilitas.
    Menjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan atau kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit.
  3. Kerja Keras, Bukan Santai.
    Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dankesejahteraan. Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan optimisme.
  4. Melayani, Bukan Sewenang-Wenang.
    Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya.Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan hidup, ini berarti tidak ada keinginan sedikitpun untuk membohongin rakyatnya apalagi menjual rakyat, berbicara atas nama rakyat atau kepentingan rakyat padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga atau golongannya.
  5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.
    Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia telah menunjukkan kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Masyarakat sangat menuntut adanya pemimpin yang bisa menjadi pelopor dan teladan dalam kebaikan dan kebenaran.

Tanggungjawab, pengorbanan, kerja keras, melayani, serta keteladanan dan kepeloporan yang merupakan amanah bagi seorang pemimpin.

Namun apabila amanah tersebut lebih dipandang sebagai sebuah keistimewaan, fasilitas, kesantaian, kesewenangan, dan mengindahkan keteladanan, maka ia dapat menjadi musibah.Jabatan, apalagi jabatan tertinggi dalam suatu kelompok, adalah amanah yang diberikan. Ia akan menjadi musibah bila kita tidak menjalankannya dengan benar dan ia bisa menjadi anugrah apabila kita telah “preventif” dengan memaknai hakikat kepemimpinan secara mendalam.

Teringat kata-kata dari khalifah Umar. Ra “Seandainya mau jujur, seharusnya para pejabat yang baru dilantik itu serempak mengucapkan Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, tanda menerima musibah. Karena jabatan itu adalah amanah sekaligus ujian atau musibah. Bukan pemberian yang harus dirayakan dengan euforia tawa bahagia. Walaupun kata Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun bukan ungkapan yang utama tetapi mesti diletakkan pada tempat yang pertama. Karena kalimat yang utama adalah “Selamat dan sukses kepada saudara yang terpilih mengemban amanah dan semoga dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya.” (Sungguh, sangat terhormat posisi seorang pemimpin yang menjalankan kepemimpinannya dengan amanah, melaksanakan kepercayaan rakyatnya, dan menetapkan hukum sesuai prinsip keadilan. Allah swt akan menyediakan baginya di akhirat kelak mimbar kehormatan yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman).

SebelumnyaLP2M IAIS Sambas MOA Bersama LPPM Universitas Tanjungpura SesudahnyaAgenda Padat, LPM Adakan Rapat Internal
IAIS Sambas Berduka, Bapak Marianis, SH., MH. Tutup Usia IAIS Sambas Berduka, Bapak Marianis, SH., MH. Tutup Usia
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun Civitas IAIS Sambas kembali berduka atas meninggalnya Bapak Marianis, SH., MH. Salah satu dosen di IAIS Sambas dan beliau juga merupakan Camat Kecamatan Tebas, pada...
Upgrading Kepengurusan LPM Risalah IAIS Sambas Upgrading Kepengurusan LPM Risalah IAIS Sambas
Lembaga Pers Mahasiswa – Lembaga pers mahasiswa (LPM) Risalah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syaffiudin (IAIS) Sambas Mengadakan kegiatan Upgrading Kepengurusan pada Kamis, (14/01/2021). Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota LPM dan Bapak...
Kunjungan Rektor Institut TAZKIA Bogor Kunjungan Rektor Institut TAZKIA Bogor
IAIS Sambas – Rektor Institut Agama Islam TAZKIA Bogor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. mengunjungi Insitut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas pada tanggal 20 Januari 2021. Kunjungan tersebut di...
Seminar "Edukasi Perbankan Syari'ah" Seminar “Edukasi Perbankan Syari’ah”
LPM Risalah, Sambas – Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syari’ah (Hima Prodi Pbs) mengadakan seminar edukasi Perbankan Syari’ah dan Pengenalan Bank Mini Syari’ah IAIS Sambas. (Rabu, 13/01/2021). Seminar perbankan ini...
Rektor IAIS Sambas Melepas Resimen Mahasiswa Ikuti Diksar Rektor IAIS Sambas Melepas Resimen Mahasiswa Ikuti Diksar
IAIS Sambas – Rektor IAIS Sambas, Dr. H. Jamiat Akadol, M.Si., M.H. melepas dan membuka Pendidikan Dasar (Diksar) Komanda Batalyon-03/M IAI Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas. Korps Resimen Mahasiswa (Menwa) Indonesia...
Pengumuman - Laporan Penelitian dan Pengabdian Dosen Kepada Masyarakat Pengumuman – Laporan Penelitian dan Pengabdian Dosen Kepada Masyarakat
Diharapkan semua dosen melaporan semua kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ke LP2M


TINGGALKAN KOMENTAR